Apa Aja sih yang Memengaruhi Mental?

 


Setelah Berkenalan dengan Kesehatan Mental dan Mengetahui Peranan Kesehatan Mental di part-part sebelumnya, kali ini kita akan membahas mengenai faktor-faktor apa saja yang memengaruhi kesehatan mental kita. 

Terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mental di antaranya yaitu: 1) Faktor internal; dan 2) Faktor eksternal.

1.      Faktor Internal

Faktor internal yang memengaruhi kesehatan mental di antaranya:

a.       Faktor biologis

Faktor biologis merupakan faktor mendasar yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Diantara aspek biologis yang mempengaruhi kesehatan mental yaitu otak, sistem endoktrin, genetik, dan sensorik. Sistem endoktrin merupakan sistem yang terdiri dari sekumpulan kelenjar yang sering bekerja sama dengan sistem syaraf otonom. Sistem endoktrin sangat berhubungan dengan kesehatan mental seseorang karena munculnya gangguan mental akibat sistem endoktrin membawa dampak buruk terhadap mentalitas manusia. Contoh, terganggunya kelenjar adrenalin berpengaruh terhadap kesehatan mental yakni terganggunya mood dan perasaannya, dan tidak dapat melakukan coping stress[1].[2]

Faktor genetik juga dapat memengaruhi kesehatan mental, di antara contohnya yaitu kecenderungan psikosis yaitu schizopherenia dan manik-depresif (bipolar) merupakan sakit mental yang diwariskan dari faktor genetik, ketergantungan alkohol, alzeimer syndrome, obat-obatan dll. Dalam hal ini juga terdapat gangguan mental yang disebabkan karena tidak normalnya hal jumlah dan struktur kromosom dalam tubuh manusia.[3]

b.      Faktor Ibu

Selama masa kehamilan, faktor ini juga dapat mempengaruhi kesehatan mental anak dalam kandungan, karena kesehatan janin dapat (dipengaruhi oleh)  obat-obatan (yang dikonsumsi ibunya selama hamil), radiasi, penyakit yang diderita, stress dan komplikasi.[4]

c.       Faktor Psikis

Faktor psikis merupakan satu kesatuan dengan sistem biologis. Sebagai subsistem dari eksistensi manusia, maka psikis selalu berinteraksi dengan keseluruhan aspek kemanusiaan. Aspek psikis berasal dari pengalaman awal yang dipandang sebagai bagian penting bahkan sangat menentukan bagi kondisi mental individu, serta proses pembelajaran yang menyangkut segala aspek kehidupan manusia.

2.      Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan situasi dan kondisi di luar diri seorang indvidu. Dalam kata lain, faktor eksternal ini adalah lingkungan di mana seseorang itu tumbuh dan berkembang, dimulai dari situasi yang bersifat informal (dalam keluarga), formal, dan non-formalnya, termasuk dengan hubungan pertemanan yang seseorang itu jalin.

Di dalam diri manusia ada yang namanya emosi. Jika diibaratkan, di dalam diri manusia itu memiliki sebuah bejana jiwa, yang di mana katup keluar, milik diri kita sendiri, mengisi katup orang lain, dan katup masuk yang masuk ke dalam diri, diisi dan didapat dari orang lain. Artinya, emosi seseorang itu sangat dapat untuk dipengaruhi oleh orang lain, karena perangai itu seperti pencuri, yang akan mencuri (perangai) baik maupun yang buruk. Maka dari itu, tidak heran jika dalam agama Islam, memilih pergaulan yang baik itu amat penting. Sebab, jika bergaul dengan tukang minyak wangi pasti akan kecipratan wanginya, dan apabila bergaul dengan tukang pandai besi tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan baunya.[5]



[1] Coping stress: Merupakan respon individu dengan cara tertentu terhadap jenis stres yang dialaminya. [Kartika Sari Dewi, Buku Ajar Kesehatan Mental, (Semarang: UPT UNDIP Press Semarang, 2021), hal 111 (Pdf)].

[2] Sri Mulyani, Jurnal vol. 1 no. 2 : Urgensi Kesehatan Mental Dalam Pendidikan Islam, (Majenang: STAI Sufyan Tsauri Majenang, 2020), hal 173.

[3] Ibid.

[4] Ibid.

[5] Hasil kesimpulan dari poin “Mengenal Bejana Jiwa” dalam : Ulum A Saif dan Febrianti Almeera, Membersihkan Luka Pengasuhan, (Bandung, Strong From Home Publishing).

Komentar

Postingan Populer