Uniknya Pedagang
Bismillah ...
Ada yang menarik ketika mengamati seorang pedagang. Lebih mudah diamati olehku, ketika pedagang itu bapakku sendiri. Beliau menjadi inspirasiku menulis artikel ini.
Di saat kakakku sedang ada kegiatan kuliah, aku yang mengambil jatah menemani beliau berjualan. Sudah sekian kali, tak kuhitung, menemani beliau berjualan. Ada yang unik dari diri beliau yang bisa kutangkap.
Ingatannya kuat. Usaha bapakku sudah berdiri sejak sebelas tahunan, pelanggannya pun tak main-main, enggak bisa dihitung jari lagi. Setiap sore pelanggan berdatangan dan memesan ini-itu, semakin langit menawan dengan lembayungnya (tapi kadang warna langit sore berwarna abu-abu), pembeli yang datang biasanya semakin sarat. Namun, bapakku begitu mengenal satu per satu kesukaan pelanggannya.
Dari kejauhan, Bapak melihat subjek yang akan membeli dagangannya.
"Aduh, si teteh ieu pasti hayang dada." (Aduh, si teteh ini pasti pengen dada)
"Da, itu pasti meser sayuran." (Da, itu pasti beli sayuran)
"Alah, si teteh itu reuseup sayap, acan aya na katel." (Aduh, si teteh itu suka sayap, belum ada di wajan)
Dan masih banyak lagi ucapan-ucapan mirip semacam itu. Sebagai anak dan rekannya berjualan, aku sangat takjub sekali dengan kemampuan beliau dalam mengenali pelanggan-pelanggannya, sekaligus kegemaran mereka ketika berbelanja di warung asakan miliknya itu. Bapak it's the best.
Ada pelajaran lain lagi yang bisa aku dapatkan dari beliau ketika berjualan bersama, yaitu sikap tenang beliau di saat banyaknya pembeli. Seolah-olah, scene ini mengajarkanku, bahwa ketika menghadapi suatu persoalan, kita harus bisa memiliki sikap tenang dalam menghadapinya. Sebab, jika diri gelisah dan dibutakan oleh emosi, kita tidak akan bisa berpikir jernih.
Selain itu, pelajaran lainnya adalah beliau bisa bersikap aware atau humble kepada pembelinya (yang datang dengan berbagai karakter dan latar belakang yang berbeda; tidak pandang bulu).
Dunia ini memang tempat sekolah yang luas. Kau bisa mendapatkan pelajaran dari mana saja, bahkan dari yang kau amati sekali pun.
Semoga bermanfaat:)
Thanks my inspiration, Bapak!


Komentar
Posting Komentar